Intip Cara Berbisnis Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Posted: 2 Jul 2021from: EditorLast updated : 2 Jul 2021

Tidak lama lagi, umat muslim di seluruh dunia akan merayakan Hari Raya Idul Adha atau yang juga bisa disebut sebagai Idul Qurban. Pada hari itu, umat muslim akan melakukan ibadah kurban, yakni menyembelih sapi atau kambing untuk kemudian di bagikan kepada yang berhak.

 

Hari Raya Idul Adha juga sekaligus memperingati peristiwa kurban, yakni ketika Nabi Ibrahim bersedia mengorbankan anaknya, Ismail. Sebelum itu terjadi, Allah perintahkan Nabi Ibrahim untuk mengganti kurbannya dengan domba.

 

Sejak saat itulah peristiwa kurban selalu diperingati oleh umat muslim di seluruh dunia. Nah perayaan Idul Adha juga merupakan momentum untuk berbagi dengan sesama, karena daging hewan kurban yang sudah di potong akan disalurkan ke seluruh masyarakat, tanpa ada kecuali.

 

Adanya pandemi tampaknya tidak menyurutkan niatan untuk menunaikan perintah berkurban. Pada tahun lalu saja, berdasarkan data Kementerian Pertanian (Kementan), total stok kambing untuk hewan kurban lokal yang disiapkan untuk kebutuhan Idul Adha mencapai 1.802.618 ekor

 

Jumlah tersebut terbagi atas Kambing yang sebanyak 853.212 ekor atau setara dengan 47,3% dari total jumlah hewan kurban pada tahun lalu. Sedangkan Sapi dipersiapkan sebanyak 541.568 ekor, domba sebanyak 392.185 ekor dan kerbau sebanyak 15.653 ekor.

 

Pada tahun ini, kebutuhan akan hewan kurban tampaknya akan tetap stabil. Nah kamu yang ingin menunaikan ibadah kurban saat Idul Adha bisa juga memanfaatkannya sambil menambah pendapatan.

 

Caranya adalah dengan memulai bisnis hewan kurban. Ya, dengan cara seperti ini, kamu bisa tetap meraup berkah sambil meraup cuan. Nah berikut merupakan cara memulai bisnis hewan kurban unuk kamu yang sedang mencari ide usaha.

 

(Baca juga: PPKM Darurat Resmi di Berlakukan. Mal Tutup!)

 

1. Gunakan sistem bagi hasil

 

Kebanyakan sistem perdagangan hewan kurban menggunakan sistem bagi hasil dengan penjaga atau pemilik hewan kurban. Mekanismenya adalah, kamu membeli kambing atau sapi dengan jumlah tertentu, lalu hitung juga biaya untuk membangun kandang yang berada di pinggir jalan.

 

Kamu bisa mempersiapkannya 1 bulan atau 3 minggu sebelum hari raya Idul Adha. Sekarang sepertinya saat yang tepat untuk kamu memulainya. Sistem bagi hasil yang dimaksud didasarkan pada hasil penjualan hewannya.

 

Misalnya, kamu membeli kambing dengan harga per ekor Rp1,5 juta sampai Rp1,8 juta. Sementara harga pasaran kambing jelang Idul Adha adalah Rp2,3 sampai Rp3 juta, tergantung dari berat kambing tersebut.

 

Hitung biaya pakan kambing dan juga biaya untuk menjaga hewan-hewan tersebut selama kurang lebih 1 bulan. Setelah itu, kamu bisa melihat berapa potensi keuntungan dari harga penjualan kambing.

 

Rata-rata penjualan hewan ternak mengggunakan skema 60:40 atau 70:30, tergantung kesepakatan. Dimana 60% dari keuntungan untuk penjaga dan penjualanya, sementara kamu sebagai pemodal bisa mendapatkan 30% sampai 40%.

 

Persentase keuntungan yang didapatkan oleh penjaga dan penjual lebih besar, karena mereka yang menjamin pakan, kesehatan dan juga keamanan hewan kurban tersebut sampai perayaan Idul Adha.

 

Untuk memulai bisnis ini, paling tidak kamu bisa memulainya dengan membeli 10 ekor kambing dengan modal sekitar Rp15 juta sampai Rp20 juta

 

2. Jadi penjual online

 

Kamu yang tidak memiliki modal cukup, bisa juga menjadi reseller dari pemilik kandang kambing ataupun sapi. Biasanya saat ini ada banyak peternak yang ingin hewan ternaknya segera laku, karena momentumnya juga sudah tepat.

 

Kamu bisa menjajakannya via media sosial ataupun jejaring sosial seperti whatsapp. Tambahkan jasa antar sampai rumah. Hanya saja, metode seperti ini membutuhkan banyak foto tentang hewan ternak yang dimiliki.

 

Usahakan untuk mencantumkan juga berat dari masing-masing hewan kurban. Karena hal itu sangat memengaruh harga jual. Marjin yang bisa didapatkan biasanya sekitar 10%. Lumayan bukan, kamu berjualan tanpa modal namun bisa mendapatkan keuntungan.

 

3. Menjadi peternak

 

Untuk menjadi peternak, modal yang dibutuhkan lumayan besar. Karena kamu harus menyiapkan lahan yang cukup untuk hewan ternak kamu. Ini bisa dimulai mulai dari 1 tahun sebelum Idul Adha. Kamu bisa mendapatkan marjin yang cukup lebar lewat mekanisme seperti ini.

 

Karena selain keuntungan penjualan hewan ternak, kamu juga bisa mendapatkan keuntungan dari hasil perkawinan hewan ternak. Ya usahakan untuk membeli hewan ternak betina juga, tujuannya untuk bisa mengembangbiakkan hewan ternak secara alami. Jadi kamu tidak melulu harus membeli hewan ternak terus jelang Idul Adha.

 

(Baca juga: Intip Strategi Bisnis Paling Efektif Untuk Jualan Online)

 

Nikmati kemudahan akses pendanaan di Finpedia


Kamu yang saat ini membutuhkan dana cepat untuk ragam kebutuhan, bisa mengakses Finpedia.id. Katalog finansial itu menyediakan ragam produk keuangan dari lembaga perbankan, pembiayaan maupun peer to peer lending.

 

Mulai dari kartu kredit, kredit tanpa agunan, pinjaman modal usaha, pinjaman instan, pinjaman dana darurat, pinjaman dengan agunan sampai program cicilan biaya pendidikan bisa didapatkan dengan mudah di Finpedia.id.

 

Disana kamu bisa melihat informasi mulai dari suku bunga yang diberikan, jangka waktu, syarat yang dibutuhkan sampai pengajuan bisa dilakukan di Finpedia. Dengan begitu, kamu tidak perlu repot untuk mengumpulkan informasi dari produk keuangan yang dibutuhkan dari ragam lembaga keuangan, seperti Ringan yang menyediakan pinjaman tanpa agunan dengan limit sampai Rp20 juta bunga 0,05%. Akses sekarang dan mulai usahamu segera!