Harga Sembako Melambung tapi Pendapatan Tak Naik? Simak Tips Kelola Keuangan Ini

Posted: 19 Sep 2022from: EditorLast updated : 19 Sep 2022

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memengaruhi banyak sektor. Salah satunya adalah beberapa harga komoditas pangan atau sembako nasional yang per 16 September 2022 terpantau mengalami kenaikan.

 

Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) per 16 September 2022, kenaikan harga terjadi pada beberapa sembako seperti daging sapi, daging ayam ras, bawang merah hingga cabai rawit merah.

 

Mengutip data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kemendag tersebut, harga rata-rata cabai rawit merah per 16 September 2022 naik 1,08 persen per kilogram (kg) dari Rp65. 100 menjadi Rp65. 800 dibandingkan 15 September 2022.

 

Jika dibandingkan 2 September 2022 kenaikannya sebesar 8,22 persen. Harga cabai rawit merah sehari sebelum kenaikan harga BBM itu adalah Rp60. 800 per kg.

 

Berdasarkan peta disparitas harga Indonesia dari Kemendag per 16 September 2022, Kalimantan merupakan provinsi dengan rata-rata harga cabai rawit merah termahal yaitu Rp95. 556 per kg. Kalimantan Barat berada di perangkat kedua termahal dengan rata-rata harga cabai rawit merah Rp94. 467 per kg.

 

Selain itu, rata-rata harga bawang merah nasional juga mengalami kenaikan 0,29 persen dibandingkan sebelum kenaikan harga BBM.

 

Berikut daftar harga barang kebutuhan pokok nasional per 16 September 2022:

 

  1. Beras Premium: Rp12.600/kg
  2. Beras Medium: Rp10.600/kg 
  3. Gula Pasir: Rp14.400/kg
  4. Minyak Goreng Curah: Rp13.800 per liter
  5. Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp16.600 per liter
  6. Minyak Goreng Kemasan Premium: Rp21.600 per liter
  7. Kedelai Impor: Rp14.300/kg
  8. Tepung Terigu: Rp13.000/kg
  9. Daging Sapi Paha Belakang: Rp135.800/kg
  10. Daging Ayam Ras: Rp35.200/kg
  11. Telur Ayam Ras: Rp30.700/kg
  12. Cabai Merah Besar: Rp58.200/kg
  13. Cabai Merah Keriting: Rp61.500/kg
  14. Cabai Rawit Merah: Rp65.800/kg
  15. Bawang Merah: Rp34.600/kg
  16. Bawang Putih Honan: Rp26.900/kg

 

Nah, di tengah melonjaknya harga barang-barang termasuk sembako, kita harus bisa mengatur keuangan dengan baik. Terutama jika kenaikan harga tidak dibarengi dengan kenaikan pendapatan.

 

Agar tidak bingung, berikut tips yang bisa diikuti untuk mengatur keuangan agar tidak kebobolan. Menurut konsultan keuangan, Prita Hapsari Ghozie, setidaknya ada 3 pertolongan pertama pada keuangan saat semua harga naik, penghasilan belum naik.

 

Yuk disimak 3 tips ini:

 

1. Periksa Ke mana Larinya Penghasilan Kita

 

"Ini sering diabaikan, padahal penting," kata Prita.

 

- Untuk pos pengeluaran: apa saja yang selama ini uang kita digunakan.

 

- Cut-down langganan yang tidak penting (atau sudah tidak terpakai).

 

- Untuk menunda pembelian besar yang belum disiapkan uangnya.

 

2. Cari Barang Pengganti yang Lebih Ekonomis

 

"Di masa terjadi inflasi, sadar diri kita tidak bisa lagi memaksakan punya gaya hidup yang sama. Wajib cari cara untuk mengurangi biaya dengan mencari alternatif," jelas Prita.

 

Contohnya, saat harga bensin naik maka Anda bisa mencoba membuat carpolling atau antar-jemput untuk anak sekolah satu kompleks.

 

Selain itu, bisa juga dengan memilih toko yang lebih murah atau tidak bermerek untuk membantu menghemat biaya.

 

3. Punya Anggaran Baru dan Target

 

Anggaran pasti membantu mengurangi pengeluaran saat ini. Namun, anggaran juga harus disertai target.

 

Kesalahan keuangan terutama untuk orang-orang berusia 20an, 30an, dan 40an adalah mengurangi jajan-jajan kecil, tapi tidak jelas tujuan penghematannya.

 

Rencana keuangan tidak ada artinya jika tanpa tujuan. Cara yang bisa diikuti, misalnya, mengurangi jajan online Rp50 ribu per minggu dan Kemudian dialihkan untuk menambah bensin.

 

Bisa juga dengan membeli paket makan yang ekonomis. Selain mendapatkan diet sebagai bonus, anggarannya bisa dialihkan untuk menambah investasi.

 

“Setelah berhasil mengendalikan pengeluaran, maka next step adalah menambah pemasukkan. Jujur ini lebih sulit dijalankan daripada diucapkan,” ungkap Prita.

 

Bagi yang ingin menambah pemasukan, ini memang tidak mudah dilakukan. Namun harus diingat, jangan malu untuk berjualan dan meminta pekerjaan kepada teman jika ingin mendapatkan tambahan pemasukan.Jadi walau harga sembako naik, kita masih bisa mengatur keuangan dengan baik.