Cobain, Cara Buat Rencana Keuangan Untuk Usahawan, Supaya Bisnis Makin Melesat

Membangun dan mengembangkan bisnis tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada suka duka yang perlu dilalui untuk tumbuh berkembang. Memulai usaha atau bisnis tak hanya cukup dengan memiliki ide bisnis yang sesuai dengan Anda. Persoalan selanjutnya adalah strategi apa yang diperlukan untuk meraup keuntungan dan mengembangkan bisnis tersebut.
Salah satu kunci untuk mengembangkan bisnis adalah mampu mengelola keuangan dengan baik. Tidak hanya sekadar bergantung pada produk atau layanan yang ditawarkan.
Bukan hal baru lagi banyak usaha kecil gagal, salah satunya karena perencanaan yang tidak memadai dan pendanaan yang kurang tepat. Karena itulah, memiliki rencana keuangan yang komprehensif untuk sebuah bisnis adalah keharusan bagi setiap pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Bagi yang ingin atau baru membangun usaha, berikut tips dari konsultan keuangan, Prita Hapsari Ghozie, untuk membuat rencana keuangan yang baik bagi bisnis Anda.
1. Hitung Biaya Set-up Usaha
Hitunglah biaya set-up saat awal mulai usaha. Hal ini sangat penting dalam membuat rencana keuangan yang baik.
Biaya set-up saat awal memulai usaha ini biasanya terdiri dari biaya administrasi dan pemasaran awal, kemudian juga biaya pendaftaran usaha, lisensi dan legal lainnya, biaya beli peralatan dan kebutuhan aset, dan modal kerja awal untuk produksi dan operasional.
2. Buat Simulasi Laba Rugi
Anda bisa membuat proyeksi untuk 12 bulan ke depan sejak pertama usaha beroperasi.
Cara membuat proyeksi ini adalah dengan membandingkan potensi pendapatan penjualan (omzet) dengan biaya produksi atau biaya perolehan (cost of goods sold), serta biaya operasional yang tetap (fixed cost).
3. Perkiraan Saldo Neraca
Berdasarkan perkiraan penjualan serta perkiraan biaya operasi, maka Anda harus membuat berapa neraca bisnis setelah 12 bulan beroperasi.
Neraca ini terdiri dari aset, saldo pinjaman untuk usaha (kredit usaha), serta saldo modal yang Anda setorkan.
4. Buat Perkiraan Cashflow
Sebuah bisnis baru sering membutuhkan uang untuk membangun kapasitas yang diperlukan guna melayani pelanggan.
Namun, pahami bahwa pelanggan mungkin lambat dalam membayar tagihan. Karena itu, perlu diingat bahwa kekurangan kas dapat mengancam operasi usaha.
Semua masalah cashflow itu bisa diprediksi lebih awal lho, supaya bisa dicari solusinya.
5. Buat Strategi Keuangan
Berbisnis tentu memerlukan strategi, termasuk persoalan keuangan. Semua masalah cashflow bisa diprediksi lebih awal untuk mencari solusinya, dan untuk itu dibutuhkan strategi yang tepat.
Misalnya, dari evaluasi penjualan maka Anda akan mengetahui produk best seller dan kurang diminati. Solusinya, bisa dijual dengan konsep bundling.
Kemudian dari proyeksi cashflow, Anda juga akan tahu kebutuhan kas lebih besar akan terjadi pada bulan apa. Solusinya, bisa memberikan diskon untuk pelanggan yang membayar tunai.
Tentunya, perencanaan keuangan yang baik akan berdampak positif pada perkembangan bisnis Anda.
Butuh Dana Cepat untuk Penuhi Kebutuhan? Cari di Finpedia Saja!
Jika kamu butuh dana cepat untuk menutupi segala kebutuhan pentingmu, bisa akses Finpedia.id untuk mengajukan berbagai produk finansial terbaik.
Finpedia.id menyediakan berbagai produk finansial dari lembaga perbankan, pembiayaan, hingga P2P Lending.
Adapun produk finansial yang disediakan diantaranya adalah kartu kredit, pinjaman darurat, modal usaha, kredit tanpa agunan, kredit dengan agunan, dan masih banyak lagi.
Di Finpedia.id, kamu bisa cek kelengkapan informasi produk finansial mulai dari suku bunga yang diberikan, tenor, syarat yang dibutuhkan sampai pengajuan bisa dilakukan di Finpedia.id.
Salah satunya, kamu bisa ajukan layanan pinjaman secara online dari Easy Cash yang menyediakan pinjaman instan mulai dari Rp200 ribu sampai Rp10 juta.
Mudah dan praktis bukan? Karena kamu tidak perlu repot untuk mengumpulkan informasi dari produk keuangan yang dibutuhkan dari ragam lembaga keuangan. Akses sekarang dan penuhi kebutuhan darurat kamu segera!
