Mengenal Digital Nomads, Bisa Bekerja sambil Liburan di Bali

Posted: 19 Jan 2021from: EditorLast updated : 18 Sep 2021

Istilah digital nomads belakangan ini mencuat. Hal itu terjadi seiring dengan cuitan bule asal Los Angeles, Amerika Serikat yang hidup di Bali dan mencari uang dengan cara menjadi seorang digital nomads. Dia adalah Kristen Gray yang menjalani profesi sebagai desain grafis di pulau Dewata dengan memanfaatkan izin tinggal sementara di Indonesia.


Namanya melambung di dunia maya lantaran dia mengatakan bahwa hidup di Bali sangat menyenangkan, karena biaya hidup yang jauh lebih murah dibanding Amerika Serikat, keamanan yang terjaga dan bisa menjalani gaya hidup mewah dengan mudah.


Kristen juga mengajak para wisatawan asing untuk migrasi ke Bali agar bisa merasakan pengalaman yang sama dengannya. Dalam bukunya, Our Bali is Yours, Kristen memberikan tips bagi para turis yang juga ingin hidup dan berkehidupan baik di Bali sama seperti dirinya.


Namun hal Itu mendapat tanggapan beragam dari beberapa masyarakat Indonesia, pasalnya ajakan untuk melakukan migrasi ke Bali sangat kental dengan perilaku gentrifikasi alias perpindahan kelas ekonomi menengah atau tinggi ke wilayah yang baru saja berkembang atau memiliki kelas ekonomi di bawahnya.


Nah terlepas dari polemik yang ada, perilaku digital nomads tidak hanya terjadi di luar negeri. Bahkan banyak dari kalangan milenial yang menjadikannya sebagai profesi untuk dapat mencari nafkah sambil berlibur.


Apa itu digital nomads


Digital nomads sendiri merupakan istilah yang menjelaskan tentang aktivitas mencari nafkah dengan memanfaatkan teknologi dari satu tempat ke tempat yang lain, sejalan dengan dimana dia berada.


Istilah ini juga menjelaskan bahwa gaya hidup yang dijalani sifatnya nomaden alias berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain. Adanya


Umumnya yang menjalani aktivitas ini adalah pekerja kreatif, seperti fotografer, penulis, desain grafis dan profesi lain yang memungkinkan menuntaskan pekerjaan secara remote working.


Jadi meskipun kamu sedang berada di Bali untuk liburan, kamu tetap bisa menyelesaikan pekerjaan. Terpenting tersedia layanan internet nonstop yang bisa menjaga komunikasi kamu tetap lancar dengan orang di kantor. Masifnya jumlah co-working space, coffee shop yang menyediakan layanan internet menjadi katalis positif dalam gaya hidup digital nomads


(Baca juga: Dapat Bonus Tahunan, Jangan Dihabiskan. Sisihkan Untuk Hal Ini)


Kelebihan menjadi digital nomad


1. Dimana saja kapan saja


Kamu yang saat ini menyandang status sebagai self employee alias pekerja mandiri pasti sering merasakan betapa mudahnya mengatur waktu untuk melakukan liburan.


Kamu tidak perlu repot meminta izin kepada atasan atau mengurus surat cuti terlebih dahulu, kapan saja kamu ingin bepergian bisa langsung melakukannya tanpa harus khawatir. Kamu bisa bekerja sambil liburan.


Misalnya kamu ingin berlibur bersama keluarga ke lombok, kamu hanya perlu membawa komputer jinjing dan juga koneksi internet untuk bisa bekerja,


Seorang digital nomads juga tidak terikat dengan waktu pekerjaan. Karena yang dilihat adalah hasil dan progres. Sepanjang kamu isa memastikan bahwa pekerjaan kamu bisa selesai tepat waktu, berlibur sambil bekerja sah-sah saja dilakukan.


2. Tempat kerja dimana saja


Karena istilahnya adalah nomaden, maka dimana kaki kamu berpijak maka disitulah tempat kamu bekerja. Kamu bisa bekerja di bawah pohon rindang, di pinggir pantai, di coffee shop atau di ketika sedang berada di acara perkumpulan keluarga sekalipun.


Dimana saja kamu bisa menuntaskan pekerjaan dan membayar kewajiban kamu kepada perusahaan atau klien.


(Baca juga: Intip Kekayaan Sandiaga Uno, Menteri Terkaya dalam Jajaran Menteri Baru Jokowi)


3. Penghasilan cukup besar


Untuk bisa menjadi digital nomads, kamu harus sudah mengetahui berapa nilai dari hasil karyamu. Itu mengapa seorang digital nomads biasanya memiliki rate penghasilan yang lumayan tinggi.


Karena dia juga harus bisa menghasilkan rupiah yang cukup untuk membiayai hidupnya selama berpindah dan menyisihkannya untuk tabungan sebagai bentuk mitigasi keuangan. Kamu sudah pernah merasakan bekerja di alam? Membuat naskah di pinggir pantai misalnya atau melakukan sesi foto di tengah hutan belantara?


Percayalah, hal itu sungguh mengasyikkan. Namun tentu saja kamu harus memilki keahlian terlebih dahulu. Asah terus kemampuan kamu dengan mengikuti workshop-workshop keahlian. Jangan khawatir untuk pendanaannya, kamu bisa menggunakan cicilan biaya pendidikan dari Pintek.


Dengan begitu kamu bisa terus mengejar mimpi dan meningkatkan kualitas. Tetapi sebelumnya hitung dulu berapa kemampuan kamu melakukan pembayaran, jangan sampai kamu kesulitan untuk membayar cicilannya kelak.


Untuk mendapatkan ragam produk keuangan untuk mewujudkan keinginan kamu, akses Finpedia. Disana terdapat banyak produk keuangan yang terdaftar dan diawasi oleh OJK secara resmi. Ajukan sekarang.