Tips Mengatur THR Agar Gak Cepat Habis

Posted: 24 Feb 2026from: EditorLast updated : 24 Feb 2026

Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang dinanti menjelang Lebaran. Namun sayangnya, tidak sedikit orang yang mengeluh THR habis sebelum hari raya tiba karena pengeluaran yang tidak terkontrol. Mulai dari belanja kebutuhan Ramadan, persiapan mudik, hingga belanja impulsif, semua bisa membuat THR cepat ludes.


Agar hal tersebut tidak terjadi, penting untuk memahami cara mengatur THR dengan bijak. Simak tips mengatur THR agar tidak habis sebelum Lebaran, lengkap dengan strategi keuangan sederhana yang bisa langsung dipraktikkan!



Kenapa THR Cepat Habis Menjelang Lebaran?

Sebelum masuk ke tips, kita perlu memahami penyebab utama THR cepat habis, di antaranya:


  • Pengeluaran Ramadan meningkat drastis
  • Tidak membuat anggaran THR
  • Terlalu banyak belanja konsumtif
  • Tidak memisahkan kebutuhan dan keinginan
  • Pengeluaran mendadak seperti kesehatan atau transportasi


Dengan mengetahui penyebabnya, kita bisa lebih mudah mengatur strategi keuangan yang tepat.



1. Buat Anggaran THR Sejak Awal

Tips mengatur THR yang paling penting adalah membuat anggaran sejak THR diterima. Jangan menunggu hingga pengeluaran mulai berjalan.


Pisahkan THR ke dalam beberapa pos, seperti:


  • Kebutuhan pokok Ramadan
  • Zakat, infak, dan sedekah
  • Persiapan Lebaran (baju, kue, hampers)
  • Mudik atau transportasi
  • Tabungan dan dana darurat


Dengan anggaran yang jelas, kamu bisa mengontrol pengeluaran agar THR tidak habis sebelum Lebaran.



2. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Salah satu kesalahan terbesar dalam mengelola THR adalah mencampuradukkan kebutuhan dan keinginan. Diskon besar menjelang Lebaran sering kali memicu belanja impulsif.


Tipsnya:


  • Tunda belanja non-prioritas
  • Buat daftar belanja wajib
  • Hindari checkout impulsif


Ingat, tujuan utama THR adalah membantu kebutuhan hari raya, bukan untuk menghabiskan uang.



3. Sisihkan THR untuk Zakat dan Sedekah

Zakat, infak, dan sedekah adalah bagian penting dalam Ramadan. Sisihkan dana ini di awal agar tidak terpakai untuk keperluan lain.


Dengan menyisihkan zakat lebih dulu:


  • Keuangan lebih terencana
  • Hati lebih tenang
  • Tidak mengganggu anggaran kebutuhan lainnya



4. Jangan Gunakan Seluruh THR untuk Belanja Lebaran

Tidak ada kewajiban menghabiskan THR untuk belanja baju baru atau kebutuhan konsumtif lainnya. Gunakan THR secara proporsional.


Strategi yang bisa diterapkan:


  • Batasi anggaran belanja Lebaran
  • Manfaatkan barang yang masih layak
  • Fokus pada kebersamaan, bukan gengsi



5. Sisihkan Sebagian THR untuk Tabungan dan Dana Darurat

Tips mengatur THR agar tidak habis sebelum Lebaran selanjutnya adalah menyimpan sebagian THR untuk masa depan.


Idealnya:


  • 20–30% THR dialokasikan untuk tabungan
  • Sisihkan dana darurat jika belum ada


Dana ini sangat penting untuk kebutuhan mendadak setelah Lebaran.



6. Waspadai Pengeluaran Tambahan Saat Mudik

Bagi yang mudik, pengeluaran sering kali membengkak tanpa disadari. Mulai dari bensin, tol, makan, hingga oleh-oleh.


Tips menghemat biaya mudik:


  • Buat estimasi biaya perjalanan
  • Bawa bekal secukupnya
  • Hindari belanja oleh-oleh berlebihan



7. Gunakan Aplikasi Perbankan untuk Kontrol Keuangan

Mengelola THR akan lebih mudah jika dibantu dengan aplikasi perbankan. Dengan mobile banking, kamu bisa:


  • Memantau saldo secara real-time
  • Mengontrol pengeluaran
  • Melakukan pembayaran rutin tanpa ribet



8. Hindari Utang Konsumtif Menjelang Lebaran

Menggunakan paylater atau kartu kredit tanpa perhitungan justru bisa menjadi beban setelah Lebaran. Jika tidak mendesak, sebaiknya hindari utang konsumtif.




Sisihkan THR untuk Investasi agar Nilainya Terus Bertumbuh


Selain digunakan untuk kebutuhan Lebaran, THR juga sebaiknya disisihkan untuk investasi jangka pendek maupun menengah. Salah satu pilihan aman dan minim risiko adalah deposito online. Dengan menempatkan sebagian THR ke deposito, kamu tidak hanya menyimpan uang, tetapi juga memperoleh bunga yang lebih optimal dibanding tabungan biasa.