Serba-serbi Skor Kredit agar Pengajuan Pinjaman Berjalan Lancar

Posted: 16 Sep 2022from: EditorLast updated : 16 Sep 2022

Credit scoring (skor kredit) adalah salah satu faktor yang menentukan bank atau lembaga keuangan memberikan kredit kepada seseorang atau debitur. Ketika mengajukan kredit ke bank dalam prosesnya mensyaratkan pengecekan skor kredit atau yang dulu sering disebut BI checking, baik untuk mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA), Kredit Pemilikan Rumah (KPR), maupun kartu kredit.

 

Skor yang dihasilkan dalam credit scoring berisi data riwayat pinjaman, tingkat kedisiplinan saat membayarkan cicilan, berapa banyak sisa cicilan yang dimiliki di bank ataupun lembaga keuangan lainnya dan data kredit lainnya. Melalui sistem penilaian kredit ini, lembaga keuangan mampu menakar dan menganalisa profil risiko calon debiturnya, sehingga proses penyaluran kredit menjadi lebih aman dan terhindar dari risiko kredit macet.

 

Artinya, jika Anda sering menunggak cicilan bank, baik penggunaan kartu kredit maupun cicilan di lembaga keuangan non-bank, maka kualitas kredit menjadi buruk dan kemungkinan pengajuan kredit akan ditolak.

 

Jika dirunut lebih rinci, pengecekan skor kredit atau BI checking sendiri merupakan Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat lancar atau macetnya pembayaran kredit (kolektibilitas). BI checking dulunya adalah salah satu layanan informasi riwayat kredit dalam Sistem Informasi Debitur (SID), di mana informasi kredit nasabah tersebut saling dipertukarkan antar-bank dan lembaga keuangan.

 

Informasi yang dipertukarkan di SID meliputi identitas debitur agunan, pemilik, dan pengurus badan usaha yang jadi debitur, jumlah pembiayaan yang diterima, riwayat pembayaran cicilan kredit, hingga catatan kredit macet. Setiap bank dan lembaga keuangan yang terdaftar dalam Biro Informasi Kredit (BIK) bisa mengakses seluruh informasi di SID, termasuk BI Checking. Data-data nasabah ini diberikan oleh anggota BIK ke BI setiap bulannya, yang kemudian dikumpulkan secara berkala oleh BI dan diintegrasikan dalam sistem SID. Kini SID sudah berganti nama menjadi Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK.

 

Apa itu SLIK

 

Sebagaimana dikutip dari laman Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , SLIK merupakan sistem informasi yang pengelolaannya di bawah tanggung jawab OJK yang bertujuan untuk melaksanakan tugas pengawasan dan pelayanan informasi keuangan. Salah satunya berupa penyediaan informasi debitur (iDeb).

 

SLIK memperluas cakupan iDeb yaitu melingkupi lembaga keuangan bank dan lembaga pembiayaan (finance), juga ke lembaga keuangan non-bank yang mempunyai akses data debitur dan kewajiban melaporkan data debitur ke SID.

 

Dari SID ini, informasi setiap nasabah debitur yang pernah mengajukan kredit akan diberikan skor berdasarkan catatan kreditnya. Penentuan skor kredit dilihat dari catatan kolektibilitas si calon debitur (pengambil kredit). Skor kredit yang diberikan dihitung dari 1-5.

 

Dari skor 1-5, bank akan menolak pengajuan kredit calon debitur dengan skor BI Checking di kategori 3, 4, dan 5, yang tentu saja masuk ke dalam Black List BI Checking. Sebab bank sama sekali tak mau ambil risiko kalau nantinya kredit yang diberikan bermasalah (NPL).

 

Selain itu, SLIK juga dipakai untuk melaporkan, memfasilitasi penyediaan dana, data agunan, dan data terkait lainnya dari berbagai jenis lembaga keuangan, masyarakat, Lembaga Pengelolaan Informasi Perkreditan (LPIP) dan pihak lainnya

 

Integrasi SLIK ini diharapkan mempermudah proses pengajuan pinjaman. Selain itu, SLIK juga diharapkan mampu meminimalisir angkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL).

 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rasio NPL perbankan per Juli 2022 secara gross naik menjadi level 7,10 persen.

 

Cara Perbaiki Skor Kredit

 

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memperbaiki skor kredit yang buruk, seperti membayar cicilan sebelum jatuh tempo dan lunasi tunggakan tagihan.

 

Kemudian, Anda bisa membawa surat penjelasan atau klarifikasi dari bank di mana Anda mengajukan kredit, lalu konfirmasikan ke OJK bahwa Anda telah menuntaskan kewajiban kredit. Lalu tunggu sampai BI Checking dinyatakan benar-benar bersih.

 

Adapun BI checking bisa dilakukan secara online:

 

1. Buka laman permohonan SLIK https://konsumen.ojk.go.id/minisitedplk/registrasi

 

2. Isi formulir dan nomor antrian

 

3. Upload foto scan dokumen yang dibutuhkan yakni KTP untuk WNI dan paspor untuk WNA. Untuk badan usaha wajib melampirkan identitas pengurus, NPWP, dan akta pendirian perusahaan

 

4. Jika seluruhnya sudah selesaikan, klik tombol "Kirim" setelah sebelumnya mengisi kolom captcha

 

5. Tunggu email konfirmasi dari OJK berisi bukti registrasi antrean SLIK online

 

6. OJK akan melakukan verifikasi data, dan pemohon akan menerima pemberitahuan dari OJK berupa hasil verifikasi antrian SLIK online paling lambat H-2 dari tanggal antrian

 

7. Apabila data yang disampaikan valid, maka nasabah bisa mencetak atau print formulir pada email dan memberikan tanda tangan sebanyak 3 kali

 

8. Foto atau scan formulir yang telah ditandatangani harus dikirim ke nomor WhatsApp yang tertera pada email, beserta foto selfie dengan menunjukan KTP

 

9. OJK akan melakukan verifikasi lanjutan via WhatsApp dan melakukan video call apabila diperlukan

 

10. Jika lolos verifikasi, maka OJK akan mengirimkan hasil iDeb SLIK melalui email

 

Nah, bagaimana dengan skor kredit Anda? Yuk segera cek agar pengajuan kredit berjalan lancar.


Nikmati kemudahan akses pendanaan di Finpedia

 

Kamu yang saat ini membutuhkan dana cepat untuk ragam kebutuhan, bisa mengakses Finpedia.id. Katalog finansial itu menyediakan ragam produk keuangan dari lembaga perbankan, pembiayaan maupun peer to peer lending.

 

Mulai dari kartu kredit, kredit tanpa agunan, pinjaman modal usaha, pinjaman instan, pinjaman dana darurat, pinjaman dengan agunan sampai program cicilan biaya pendidikan bisa didapatkan dengan mudah di Finpedia.id.

 

Disana kamu bisa melihat informasi mulai dari suku bunga yang diberikan, jangka waktu, syarat yang dibutuhkan sampai pengajuan bisa dilakukan di Finpedia. Seperti layanan keuangan dari Cairin yang memberikan pinjaman tanpa agunan mulai dari Rp500 ribu sampai Rp5 juta. Bunganya super murah 0,065%!

 

Dengan begitu, kamu tidak perlu repot untuk mengumpulkan informasi dari produk keuangan yang dibutuhkan dari ragam lembaga keuangan. Akses sekarang dan penuhi kebutuhan darurat kamu segera!